Rabu, 04 Juni 2014

POESIA DE TIMOR-LESTE (PUISI DARI TIMOR-LESTE)


JANGAN KATAKAN!
(NÃO DIGA!)
By Vladimir Ageu DE SAFI'I

Sente! Que não diz!
Eu sei que você sente!
Por isso, não diga!
“Rasakan! Jangan engkau katakana!
Aku tahu apa yang engkau rasakan!
Jadi, jangan katakan!


BERI AKU SEJENAK YANG BERBEDA

by Vladimir Ageu DE SAFI'I

Berilah aku sedetik saja untuk menyebut nama kekasihku;
Aku juga butuh untuk semakin mengenalnya;
Dia yang memang nyata dan telah mengisi sebagian jiwaku;
Janganlah engkau terus-menerus menyodorkan orang lain untuk menjadi kekasihku;
Percayalah, nama Jokowi atau Prabowo hanya lewat semata;
Ada bebek yang pantatnya lebih menarik;
Ada semut yang barisannya lebih menggairahkan;
Ada kupu-kupu yang kepakkannya lebih mempesona;
Aku butuh waktu ‘tuk sejenak mengenal kekasihku;
Dia yang telah ada lebih dahulu.
*Distrito Manufahi, dia de 26 de Maio de 2014*




BOM DIA MONTANHA KABLAKI
By Vladimir Ageu DE SAFI'I

Momento! Eu sou apenas um momento!
De volta! Eu vou estar de volta!

“SELAMAT PAGI GUNUNG KABLAKI
Sesaat! Aku hanya sesaat!
Kembali! Aku akan kembali!




OH, MONTANHA KABLAKI

(Gunung Kablaki)
By Vladimir Ageu DE SAFI'I

Você e tão viril…
Subir…
Alto…
Silêncio, me encanto…
Ladeira abaixo você
Grama Marcia…
Acariciando os meus passos…
Um milhão de sonhos…
Decorar mintério em você
Entre amor e ódio…
Entre vigança e perdão…
Nevoeiro branco, sempre manter-se…
Gatos de orvalho, sempre apoiá-lo…
Deixar, eu fui tocado e abraçou você
Eu e você somos um…
Vir…e eu vou te abraçar…!!!




*OH, GUNUNG KABLAKI

Dirimu begitu gagah…
Menjulang…
Tinggi…
Hening, menawan hati…
Lembut rumput…
Membelai langkahku…
Sejuta mimpi, menghias kemisterianmu…
Antara cinta dan benci…
Antara dendam dan pengampunan…
Kabut putih, senantiass menjagamu…
Tetes embun, senantiasa menghidupimu…
Biarkanlah, aku meraihmu…
Biarkanlah, aku menjamah dan memelukmu…
Aku dan kamu adalah satu…

Dating…dan aku akan memelukmu…!!!

Senin, 02 Juni 2014

KATA-KATA MUTIARA


"Ketika sebuah lingkungan sosial kurang mendukung bagi berlangsungnya sebuah perubahan, maka satu-satunya harapan dan peluang adalah dengan mencari dan mendorong lahirnya pemimpin baru yang berpihak pada perubahan." 
(Vladimir Ageu DE SAFI'I)

"Berpelukan yang hanya sesaat, maka akan terasa nikmatnya. Berpelukan yang berlama-lama, maka akan terasa kramnya disekujur badan." 
(Vladimir Ageu DE SAFI'I)

"Dalam sejarahnya, hampir semua gerakan kiri dan kaum kiri selalu berhenti di perempatan jalan. Jika tidak "bubar grakk!" Ya..."bubar jalan!!!" 
(Vladimir Ageu DE SAFI'I)





Rabu, 06 November 2013

REVOLUSI PERADABAN DI INDONESIA

REVOLUSI PERADABAN DI INDONESIA
(Catatan ringan tentang Transformasi Musik Koplo Indonesia)
By Vladimir Ageu DE SAFI'I


Kuatnya arus liberalisme pada akhirnya turut mempengaruhi perkembangan kultural masyarakat Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, nenek moyang dari kapitalisme ini melakukan sebuah revolusi peradaban yang langsung menyentuh 2 strata sosial masyarakat (perkotaan dan pedesaan).
Pada masyarakatan perkotaan, revolusi liberal (kultural) ini mulai mengguncang kota-kota besar di Indonesia pada awal-awal tahun 1990-an dengan istilah House Music-nya. Selanjutnya, golongan menengah perkotaan menjadikan jenis musik ini sebagai simbol baru kebebasan berekspresi dibidang seni, walaupun masih terbatas dalam RUANGAN TERTUTUP (sesuai namanya, HM). Dalam perkembangannya, penyebutan produk revolusi liberal ini berganti menjadi DUGEM MUSIC yang selalu diidentikkan dan dikait-kaitkan dengan minuman beralkohol dan narkotika.
Sementara itu, pada waktu yang bersamaan, sebuah revolusi liberal juga melanda masyarakat pedesaan, khususnya masyarakat pedesaan yang tinggal di Pulau Jawa. Gerakan revolusi ini menyentuh golongan menengah masyarakat pedesaan. Trend musik baru sebagai symbol pendobrakan terhadap seni dangdut lama (melayu-indian) menjadi jenis music dangdut baru ala Jawa Timuran yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan DANGDUT KOPLO.
Perbedaan dari dua gerakan music liberal tersebut adalah: “Jika DUGEM Music berada dalam ruangan tertutup (eksklusif) dan menyelimuti golongan perkotaan, maka Dangdut KOPLO berada di ruangan terbuka (tontonan massal).”

Sementara itu, persamaan dari 2 produk revolusi liberal tersebut adalah (1) sama-sama terispirasi dari roh liberalism; (2) Baik Dugem Music maupun Dangdut Koplo, sama-sama diidentikan dengan Sex dan Narkoba; (3) sama-sama menjadi symbol pemberontakan terhadap tatanan seni-budaya lama; (4) Sama-sama terdengar enak (Khusus untuk telingaku…heheh)…***